Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Criminal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2013

Pegawai Kejari Sintang Tewas



Ilustrasi
Sintang(Kalbar Times)Sudarsono (36) merupakan salah satu Pegawai Kejaksaan Negeri Sintang bertempat tinggal di jalan PKP Mujahidin, Gang surau Sintang tewas ditempat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dijalan Sintang-pontianak tepat di Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian Sintang, sabtu(14/9) sekitar pukul 15.30 Wib.
Sejumlah kerabat korban serta beberapa pejabat kejaksaan negeri Sintang mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut, tidak menyangka jika Sudarsono yang merupakan Staf Pidum di Kejari Sintang tiba di RSUD meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Wakil Pengadilan Negeri Sintang, Maslikan, satu Diantara Pejabat yang turut datang di RSUD. Ia mengaku mendapatkan kabar bahwa Sudarsono meninggal saat dalam perjalan di Sungai Ukoi. "Saya dapat kabar kecelakaan dan meninggal, informasinya tabrakan dengan truk," tukasnya saat berada di membesuk korban di RSUD Sintang.

terpisah, Kasat lantas Polres Sintang AKP Agus Mulyana membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor KB 5382 EN yang dikemudikan oleh Sudarsono, dengan mobil L truk KB 9479 EA yang dikemudikan Faizin sampai merenggut nyawa. "Korban yang menggunakan sepeda motor meninggal di tempat kejadian, dan kedua kendaraan mengalami kerusakan," jelas Agus.

Ia menjelaskan, peristiwa nahas tersebut terjadi saat sepeda Sudarsono berjalan dari arah Sintang, menuju ke arah Pontianak. Sesampainya di jalan Sintang Pontianak Desa Sungai Ukoi Kecamatan Tebelian, pengemudi sepeda motor berjalan terlalu ke kanan, kemudian datang dari arah berlawanan mobil L Truck yang dikemudikan oleh Faizin.
"akibat jarak terlalu dekat, pengemudi sepmot menabrak pada bagian bak samping sebelah kanan dan posisi tabrkan di jalur Mobil L-Truck. Akibat dari kejadian tersebut pengemudi meninggal dunia di TKP dan kedua kendaraan mengalami  kerusakan dan diamankan di Mapolres Sintang," pungkas Agus(Lg).

Rabu, 11 September 2013

PNS Sintang Ditemukan Tewas



Sintang(kalbar Times) Haris Widodo, merupakan salah satu pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Sintang ditemukan tewas di tempat tinggalnya di mes di Laboratorium klinik taruna Kompleks tugu BI, jalan PKP mujahidin Sintang, Senin (9/9) sekira pukul 15.30 Wib.
Fatkhan kurniawan teman satu mes Haris, mengaku tak menyangka jika temanny6a tersebut meninggal. Menurutnya pada malam sebelum meninggal masih sempat ngobrol. "Tadi pagi saya bangunkan jam 06.00 masih gerak, saya kira capek jadi saya tinggal. Dan tadi malam masih ngobrol tapi tak ada keluhan apa2 yang disampaiakan," ungkapnya kepada kalbar Times, senin(9/9).
Yanti Pemilik warung kopi sebelah mes tempat korban menginap juga mengaku terkejut saat OB yang membersihkan ruangan memanggilnya dan mengatakan didalam mes tersebut ada yang meninggal. Menurutnya, korban sering kali memesan kopi di warungnya dan terakhir pesan Minggu (8/9) "Memang dia sempat ngeluh sakit, katanya tak enak badan mungkin masuk angin," ujar Yanti menirukan ucapan Haris.
sementara, Yotham yang mengaku sebagai teman korban mengatakan sengaja datang karena kaget mendapatkan informasi dari BBM bahwa temannya telah meninggal dunia. "Saya terkejut, karena ada kabar via BBM bahwa haris meninggal. Karena sebelumnya dia tak pernah bercerita kalau sakit, jadi kita tak tau apa sebab meninggalnya," ujar Yotham
terpisah, OB yang bekerja di mes Labolatorium klinik Taruna, Sahrul, mengatakan bahwa sekitar pukul 15.15 Wib dirinya naik ke lantai dua. Karena merasa haris tak bangun dari pagi, ia pun masuk ke dalam kamar hendak membangunkan. Namun betapa terkejutnya ia saat menemukan haris sudah kaku.

"Saya mau bangunkan karena memang dari pagi tak bangun dan keluar, karena hari juga sudah sore. Karena pintu kamarnya tak di kunci saya langsung masuk, lampu kamar mati, namun laptopnya masih menyala, waktu saya pegang tubuhnya sudah dingin dan kaku," katanya.

Saat mengetahui hal tersebut, ia lantas memberitahukan hal tersebut ke pemilik warung kopi, Ibu Yanti, dan bersama memastikan bahwa haris telah meninggal.

Dikonfirmasi terpisah, kasat reskrim polres Sintang AKP Andi Yul Lapawesean yang ditemui di TKP, membenarkan telah ditemukan mayat haris didalam mes Labolatorium Klinik Taruna dan pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan penyebab kematian korban serta menunggu hasil visum dari RSUD.

"untuk saat ini kita belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, namun didada korban ada lebam yang diperkirakan korban sakit jantung, karena dari keterangan yang disampaikan oleh temannya bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sakit," ujar Andi.(Lg)

Usai Main Futsal Caleg Hanura Meninggal



Sintang(Kalbar Times) Amin(47) warga Desa Tanjung Hulu Kecamatan Sepauk merupakan salah satu calon anggota Legislatif dari partai Hanura dapil sepauk tempunak menghembuskan nafas terakhirnya dipuskesmas Sepauk sekitar pukul 19.00 wib.
Tidak diketahu apa penyebab meninggalnya, sebab sebelum meninggal, Amin masih bermain bola dilapangan futsal sepauk. “beliau meninggal berawal setelah selesai bermain futsal tiba-tiba langsung terjatuh dan pingsan, sehingga teman-temannya yang ada disana langsung melarikannya ke Puskesmas Sepauk. Namun, nyawanya tak tertolong lagi, “tutur Ketua DPD Hanura Kabupaten sintang, Ajin kepada Kalbar Times, Jumat(6/9)
Ajin Mengungkapkan banwa bapak Amin merupakan salah satu calon legislative yang akan ikut bertarung pada pemilihan anggota legislative tahun 2014 dari Partai Hanura Daerah pemilihan sepauk tempunak. “dia itu merupakan caleg dari hanura dapil sepauk tempunak, “ungkapnya.
Menurut Ajin bahwa Sosok bapak amin merupakan sosok yang ramah, pandai bergaul, dan loyalitas terhadap partai tinggi. “kalau saya lihat jiwa kepemimpinannya dalam kehidupan sehari –hari juga bagus, tidak menyangka jika beliau meninggal, “tuturnya.
“saya selaku ketua dan keluarga besar DPD partai Hanura kabupaten sintang menyampaikan rasa berbela sungkawa kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan. Ia berharap seluruh keluarga besar yang ditinggalkan tetap diberikan ketabahan dan kesabaran, “ucap Ajin(Lg)

Rumah Kos Singkuang Jadi Sarang Mesum



Sintang(Kalbar Times) Sejumlah warga kelurahan Kelurahan Kapuas Kanan Hulu(KKH) Sintang diresahkan dengan maraknya rumah kos dijadikan tempat Mesum oleh penghuninya yang berada diwilayah dusun singkuang Sintang.
Yudi(34) Salah satu warga Dusun Sengkuang Sintang mengaku cukup resah dengan keberadaan rumah kos didesanya tersebut karena disalah fungsikan oleh penghuni yang tinggal dirumah kos tersebut. “Saya sering memergoki anak-anak baik laki-laki dengan perempuan kumpul sampai tengahj malam didalam rumah kos tersebut. bahkan tidur satu  kamar di dalam kos,” ungkap yudi kepada wartawan, rabu(4/9)
ia menuturkan, perilaku para penghuni rumah kos diwilayah singkuang tersebut mereka bukan hanya menganggu masyarakat setempat. Namun perilaku tersebut dapat merugikan masyarakat terutama nama baik desa “Kami tidak mau rumah kost yang berada di dusun kami dijadikan tempat mesum, karena akan berdampak buruk terhadap nama dan desa kami ini” imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut Yudi Berharap kepada pihak pemerintah daerah untuk lebih memperketat keberadaan rumah kost yang ada di kabupaten Sintang tepatnya di dusun sengkuang. Jika permasalahan ini dibiarkan tidak ada tindak lajut dari pihak berwajib ia khawatir generasi muda di Kabupaten Sintang akan hancur.
Keberadaan rumah kost diakui Yudi, sebenarnya dapat membantu anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal. Seperti anak-anak yang datang dari pedalaman yang menuntut ilmu di Sintang. “Keberadaan rumah kost baik. Jika difungsikan sesuai dengan peruntukkannya. Tidak dimanfaaatkan dengan hal-hal negatif seperti kumpul kebo,” ujarnya.
Yudi berharap pihak kepolisian maupun satpol PP untuk rutin melakukan razia di setiap rumah kos yang ada dikabupaten Sintang. “Satpol PP dan Polisi harus rutin razia ke Kos-kos. Kasian orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya jauh-jauh tetapi perilaku anak justru tidak baik,”pungkas Yudi(Lg)



Polres Ciduk Pelajar Saat Pesta Narkoba



Sintang. Satnarkoba Polres Sintang berhasil meringkus meringkus tiga orang tersangka pemakai dan pengedar narkoba jenis shabu didalam rumah salah seorang tersangka yang sedang asyik menggelar pesta narkoba. Dan satu diantaranya masih berstatus pelajar.
Penggerebekan pesta narkoba tersebut dilakukan pada, rabu(27/2) malam sekitar pukul 23.30 Wib didalam rumah salah seorang tersangka dikawasan Gang Ikhlas Masuka Sintang tanpa perlawanan.
Ketiga tersangka yang berhasil diciduk tersebut yakni Eka (16), yang berstatus pelajar di salah satu SMA di Kota Sintang, yang juga merupakan pemilik rumah tempat ketiga tersangka berpesta. Tersangka kedua adalah Julchairi alias Ucok(20) seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam jurusan Tarbiah dan tersangka yang ketiga adalah juliansyah(18) asal pontianak yang disebut-sebut sebagai pemasok.
Kapolres Sintang, AKBP, Oktavianus Martin melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Sintang, AKP Rusli mengatakan bahwa dari tangan ketiga tersangka disita 1,6 gram shabu beserta alat pengisap (Bong), dua buah pemantik api dan belasan bungkus plastik yang digunakan untuk memisah-misahkan shabu dalam bentuk paket-paket kecil.
“saat ini pengguna Narkoba tak mengenal faktor usia lagi, apalagi kalau kita melihat kondisi saat ini, peredarannya sangat tinggi khususnya pada tingkat remaja. Hal ini saya katakan demikian karena mayoritas dari hasil penangkapan rata-rata mereka berada pada usia produktif. Para pemakai yang tertangkap ini pun cukup rapat memutus mata rantai jaringan narkoba di Sintang,” jelas
Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) No. 35 Tahun 2009 pasal 112 ayat 1 Pasal 114 ayat 1, Tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara” sementara untuk tersangka Juliansyah yang berstatus sebagai pengedar dikenakan pasal 127 ayat dengan ancaman minimal 5 -20 tahun penjara, “pungkasnya.(Nkga)